Pemkot Metro Bergerak Pulihkan Petani Terdampak Banjir, 116 Petani Rejomulyo dan Sumbersari Terima Bantuan
Oplus_131072
Kota Metro — Pemerintah Kota Metro bergerak cepat membantu pemulihan petani yang terdampak bencana banjir di Kelurahan Rejomulyo dan Sumbersari. Sebanyak 116 petani menerima bantuan sarana produksi pertanian sebagai bentuk nyata kehadiran pemerintah dalam membantu masyarakat menghadapi dampak gagal panen.
Bantuan tersebut diberikan kepada 75 petani Kelurahan Rejomulyo dan 41 petani Kelurahan Sumbersari, yang terdampak pada 140 titik lahan pertanian dengan total luas mencapai 55,1 hektare. Para penerima manfaat berasal dari sejumlah kelompok tani di kedua wilayah tersebut.
Bertempat di Aula Kecamatan Metro Selatan, Wali Kota Metro Bambang Iman Santoso melalui Plt. Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan (DKP3) Kota Metro, Pipi Puspitasari, menegaskan bahwa pemerintah memiliki tanggung jawab untuk hadir ketika masyarakat, khususnya petani, menghadapi persoalan akibat bencana.
“Kita semua memahami bahwa petani adalah bagian penting dalam menjaga ketahanan pangan dan menggerakkan perekonomian Kota Metro. Karena itu, ketika terjadi bencana banjir yang berdampak pada lahan dan tanaman pertanian, pemerintah tidak boleh tinggal diam,” ujar Pipi, Jumat (28/08/2026).
Menurutnya, bantuan tersebut bukan sekadar dukungan material, tetapi merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk membantu petani kembali bangkit setelah mengalami kerugian akibat banjir.

“Pemerintah berupaya untuk hadir, mendengar keluhan petani, dan memberikan dukungan agar para petani dapat kembali bangkit dan melanjutkan usaha taninya,” katanya.
Dalam penanganan dampak banjir tersebut, Pemerintah Kota Metro bersinergi dengan Pemerintah Pusat untuk menyediakan bantuan bagi petani terdampak dimanfaatkan secara optimal untuk mendukung musim tanam berikutnya sekaligus mempercepat pemulihan ekonomi petani.
“Saya berharap bantuan ini dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk membantu pemulihan usaha tani Bapak/Ibu sekalian. Bantuan ini mungkin tidak dapat mengganti seluruh kerugian yang dialami akibat banjir, tetapi mudah-mudahan dapat menjadi penyemangat bahwa pemerintah hadir bersama petani dalam menghadapi kesulitan,” ungkap Pipi. (ADV)
